Postingan

Menampilkan postingan dari 2013

Artikel tentang Pendidikan di Indonesia

Pendidikan di Indonesia  sangat diperhatikan oleh masyarakat Indonesia. Terbukti dari banyaknya artikel-artikel yang membahas  tentang pendidikan di Indonesia . Beberapa waktu terakhir ini pendidikan di Indonesia mendapat angin segar karena 20 % APBN dialokasikan untuk bidang pendidikan. Hal ini membawa dampak positif bagi pendidikan di Indonesia. Pendidikan di Indonesia  memiliki sistem yang cukup baik akan tetapi pelaksanaan di lapangan masih jauh dari ketentuan yang berlaku. Misalnya penyelenggaraan ujian nasional. Ujian nasional yang telah disusun sedemikian dari sekian banyak ahli  sering menemui kendala di lapangan. Banyak sekali ditemukan hal-hal yang tidak seharusnya terjadi dan dilakukan oleh para oknum yang berkecimpun di dunia pendidikan.  Banyak sekali para pendidik dengan alasan kemanusiaan membantu para anak didik mereka di ujian nasional. Padahal mereka tahu dan mengerti betul hal tersebut tidak bisa dilakukan. Mereka menganggap anak di...

Indonesia Paling Bahagia

Ada berita gembira dari hasil PISA 2012. Siswa Indonesia menempati peringkat kesatu dalam kriteria merasa paling bahagia berada di sekolah dan mampu bersahabat. Apa yang bisa kita petik dari berita gembira ini? Di balik berita gembira ini, ada satu fakta kontras. Meskipun paling bahagia, dan paling bisa bersahabat, siswa Indonesia ternyata tidak banyak belajar di sekolah. Indonesia tetap saja menduduki peringkat ke-2 dari bawah di antara 65 peserta Programme for International Student Assessment (PISA) yang mengikuti penilaian internasional di bidang Matematika, membaca, dan sains. Indonesia berada di bawah Qatar dan di atas Peru. Kontras kedua adalah kenyataan bahwa tetangga dekat kita, Singapura, berada di peringkat ke-2 terbaik! Berkebalikan dengan Indonesia: di dua terbawah. Singapura adalah satu-satunya keajaiban di PISA 2012 karena perubahan kualitas pendidikan dari tahun ke tahun paling tinggi, yaitu 3,3 poin, sedangkan Indonesia -1,9. Kontras ketiga adalah sebuah ironi bah...

Kebudayaan dan Peradaban

ORANG sering mengacaukan pengertian ”kebudayaan” dan ”peradaban”. Kerancuan ini berpeluang terjadi karena kedua istilah tersebut mewakili konsep yang sama, yaitu sistem nilai yang dihayati manusia dalam berkehidupan manusia, hingga kebiasaan turut memengaruhi penggunaannya. Jangankan orang awam, para ilmuwan pun kerap tidak membedakan pengertian kedua istilah tadi dan memakai kedua-duanya secara bergantian. Sejarawan Arnold Toynbee, misalnya, memberikan judul karyanya yang monumental,  Civilization on Trial , bukan ” Culture on Trial ”. Namun, ketika dalam karyanya ini dia membahas peradaban China, dia jelas menggunakan istilah civilization, meliputi baik ”peradaban” maupun ”budaya”. Konsep pembudidayaan Demi memupus kerancuan, para pemikir Jerman pada abad XIX telah mengetengahkan suatu solusi. Walaupun ”kultur” (kebudayaan) dan ” zivilisation ” (peradaban) sama-sama menggambarkan perkembangan dan kemajuan manusia, ”budaya” mengacu pada aspek spiritual dari kehidupan ...